Pages

Rabu, 05 September 2012

Pura Besakih

AA
Pura Besakih yang bertempat di Desa Besakih, Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem, Bali ini merupakan salah satu dari sekian Situs Warisan Dunia di Indonesia. Pada awalnya, sebelum akhirnya terbangun Pura, desa Besakih hanyalah kawasan hutan belantara. Barulah ketika dahulu kala, seorang pria bernama Sang Yogi Markandeya mendengar tentang daerah ini, keadaan itu berubah.

Sang Yogi Markandeya merupakan seseorang yang sangat suka bersemedi. Beliau mulanya bertapa di daerah Jawa, tepatnya di Gunung Demulung, lalu pindah ke gunung Hyang (Dieng di Jawa Tengah). Sesudah beberapa lama beliau bertapa di sana ada sabda dari Hyang Widhi, beliau diberitahukan agar bersama pengikutnya merabas hutan di pulau Dawa (yang nantinya menjadi tempat dibangunnya Pura Besakih) dan setelah selesai tanah itu dibagi-bagikan kepada pengikutnya. Lalu dimulailah perjalanan ke Pulau Dawa dan upaya penebangan hutan itu. Akan tetapi, karena upaya ini dilakukan tanpa diawali dengan upakara (yadnya), Hyang Widhi pun marah. Para pengikut Sang Yogi banyak yang sakit dan bahkan meninggal dunia serta ada yang dimangsa binatang buas. Oleh karena itu, Sang Yogi memerintahkan pengikutnya menghentikan perabasan hutan. Sang Yogi kembali ke tmpat pertapaannya dihinggapi rasa sedih dan prihatin.

Selang beberapa lama, akhirnya timbul keinginan beliau untuk memulai usahanya yang kedua untuk merabas hutan di Pulau Dawa. Kali ini, pengikut beliau jauh lebih banyak – tak tanggung-tanggung, ada 4000 orang. Perjalanan beliau pun berjalan dengan lancar, tanpa halangan. Wilayah-wilayah Pulau Dawa terbagi dengan rata, yang oleh pengikut-pengikutnya dijadikan sebagai sawah, tegalan atau pekarangan rumah.

Di tempat bekas dimulainya perabasan itu, Sang Yogi menanam kendi berisi air disertai 5 jenis logam yaitu emas, perak, tembaga, besi dan perunggu serta permata yang disebut Mirahadi dengan sarana upakara selengkapnya dengan diperciki Tirta Pengentas. Tempat ditanamnya kendi itu lalu dinamakan Basuki. Basuki artinya selamat, di mana Sang Yogi dan pengikutnya berhasil dan selamat dalam perabasan hutan tanpa halangan sedikitpun. Dalam perkembangannya Basuki menjadi Besakih.

Kini, Pura Besakih menjadi pusat keagamaan umat Hindu di Bali, sekaligus salah satu objek wisata favorit. Keindahan pemandangan di sekitar Pura Besakih, sekaligus keasriannya yang terjaga, menjadi nilai tambah pura ini. Di sekitar kawasan pura, ada banyak sekali tumbuhan yang ditanam, dari bunga-bungaan, buah-buahan, hingga pepohonan yang ikut membantu memelihara kesegaran udara di desa. Contohnya seperti bunga jepun (Nerium oleander L,), kembang kertas (Bougainvillea spectablis), jeruk (Citrus sinensis, manggis (Gabcinia mangostana), dan beringin (Ficus benjamina).

0 comments:

Poskan Komentar